SHU(sisa hasil usaha)

November 10, 2009 - Leave a Response

PENGERTIAN SHU

Menurut pasal 45 ayat (1) UU No. 25/1992, adalah sebagai berikut :
• Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Informasi dasar

• Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut.
1. SHU Total Koperasi pada satu tahun buku
2. Bagian (persentase) SHU anggota
3. Total simpanan seluruh anggota
4. Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
5. Jumlah simpanan per anggota
6. Omzet atau volume usaha per anggota
7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota

Istilah – istilah Informasi dasar

• SHU Total adalah SHU yang terdapat pada neraca atau laporan laba-rugi koperasi setelah pajak (profit after tax)
• Transaksi anggota adalah kegiatan ekonomi (jual beli barang atau jasa), antara anggota terhadap koperasinya.
• Partisipasi modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya, yaitu bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan usaha, dan simpanan lainnya
• Omzet atau volume usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang dan atau jasa pada suatu periode waktu atau tahun buku yang bersangkutan.
• Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditujukan untuk jasa modal anggota

Rumus Pembagian SHU

• Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
• Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.
• Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

SHU per Anggota

SHUA = JUA + JMA
Di mana :
SHUA = Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA = Jasa Usaha Anggota
JMA = Jasa Modal Anggota

SHU per Anggota dengan model matematika

SHU Pa = Va x JUA + S a x JMA
—– —–
VUK TMS

Dimana :
SHU Pa : Sisa Hasil Usaha per Anggota
JUA : Jasa Usaha Anggota
JMA : Jasa Modal Anggota
VA : Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)
UK : Volume usaha total koperasi (total transaksi Koperasi)
Sa : Jumlah simpanan anggota
TMS : Modal sendiri total (simpanan anggota total)

PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU KOPERASI

1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
2. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.
3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
4. SHU anggota dibayar secara tunai

Iklan

Tentang koperasi

Oktober 17, 2009 - Leave a Response

hai,,,,

sudah tahu belum tentang kopersi?…

sepertinya kata” koperasi “sering sekali kita dengarkan…

mau tahu nie arti “koperasi“…


Koperasi ialah suatu organisasi yang beranggotakan atau juga badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip ekonomi dan juga sebagai badan gerkan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.koperasi bertujuan juga untuk mensejahterakan anggota.

berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota yaitu ;

– Perorangan, yaitu orang secara sukarela menjadi anggota koperasi

– Badan hukum  Koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi memiliki lingkup lebih luas.

Pada tau gak nie fungsi dan peran koperasi menurut ” UU No. 1992 pasal 4″ yang menjelaskan :

– Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya masyarakat umumnya untuk meningkatkan kesejahterakan ekonomi dan sosialnya.

– Berperan secara aktif mempertinggi kualitas kehidupan masyarakat.

– Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya.

– Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi  para pelajar.

Prinsip Koperasi menurut ” UU no.25  tahun 1992 pasal 5 “ yaitu

– Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka .

– Pengelolaan dilakukan secara demokratis.

– Pembagian SISA HASIL USAHA (SHU) dilakukan secara adil dan sebanding dengan bedasarkan jasa usaha masing-masing anggota .

– Pemberian balas jasa yang tebatas terhadap modal.

– Kemandirian

– Pendidikan perkoperasian

– Kerja sama antar Koperasi

KAn udah pada tau nie tentang koperasi nah mau tau lagi gak nie tentang jenis-jenis koperasi ?..

Jenis-jenis koperasi Menurut ” UU no.25 tahun 1992 :

secara umum koperasi dikelompokan menjadi ; koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan).

berdasarkan sektor usaha koperasi dikelompokan menjadi ; koperasi simpan Pinjam, koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi pemasaran, koperasi jasa.

Pada tau gak nie sumber modal koperasi;

sumber modal koperasi ada 2 yaitu;

– modal sendiri

– modal pinjaman

Modal sendiri meliputi sumber modal :

– Simpanan pokok

– Simpanan wajib

– Simpanan khusus

– Dana cadangan

– Hibah

adapun modal pinjaman koperasi berdasakan dari pihak-pihak sebagai berikut ;

– Anggota atau calaon anggota

– K0perasi lainnya atau anggotanya yang didasari perjajian antar koperasi

-Bank dan lembaga keuangan bukan bank dan lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undang yang berlaku.

– Sumebr lain yang sah.

UKM Bengkel

Oktober 9, 2009 - Leave a Response

Setelah pulang bermain dari cilandak,

dalam perjalanan puang hujan tiba – tiba

mengguyur sangat deras.

setelah setengah perjalanan tiba – tiba

sepeda motor saya mulai jalan tersendat – sendat

akhir saya putuskan untuk berteduh sebentar.

saya mengecek motor saya sambil menunggu

hujan agak reda.

setelah hujan agak reda saya melanjutkan

perjalanan pulang, sesampainya dirumah saya

langsung membawa motor saya ke bengkel

dekat rumah.

dan begitu tiba di bengkel motor saya langsung

dikerjakan oleh mekanik bengkel itu, saya angkat

jempol untuk bengkel ini karena pelayanannya

sangat terampil dan terlatih. sambil menunggu

saya mengobrol dengan mekanik bengkel

yang sedang istirahat.

…eh, pas saya sedang mengobrol

dengan mekanik,,tiba-tiba bos bengkel itu datang

mekanik itu di marahin,, tapi bos itu salah kira

bos nya kira dia sedang nyantai padahal dia baru

saja menyelesaikan pekerjaanya.

eh,,,ternyata bos bengkel itu teman saya

saya yang sudah tidak lama berjumpa.

akhirnya saya mengobrol dengan teman saya itu,

setelah ngobrol  basa- basi dengan teman saya.

saya bertanya awalnya dia membuka bengkel ini

bagaimana?

dan teman saya menjelaskan nya..

dia dulu lulusan STM teknik mesin, setelah dia

lulus dia bingung mau berkerja apa.

akhirnya dia putuskan untuk mempraktekan

ilmu yang dia dapat diSTM, dengan membuka

usaha bengkel kecil dirumah.

setelah dia merintis 6 bulan dia menyewa tempat

untuk membuka bengkel yang agak besar sedikit,

dan dia mebuka lowongan kerja untuk

bengkelnya. dia membutuhkan 2 orang mekanik,

setelah dia mendapat 2 orang mekanik dia

mengajarkan sedikit tatacara dibengkelnya.

dan 2 mekanik itu menjadi terampil dalam

pekerjaannya, setelah dia berjalan bersama

2 orang mekaniknya makin hari jumlah

pelanggannya semakin banyak.

sampai akhirnya dia membutuhkan tempat yang

besar dan mekanik yang banyak serta dia

membuat menejemen seperti; akuntan, kasir

bagian gudang bengkelnya untuk

membantunya menjalankan usaha bengkelnya.

dan seperti yang saya lihat sekarang inilah

dari hasil kerja kerasnya selama 1 tahun

sebuah  bengkel besar dengan pekerja

yang cukup banyak dengan keahlian yang

terampil.

Hello world!

Oktober 9, 2009 - Satu Tanggapan

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!